Nick White adalah Profesor Kedokteran Tropis di University of Oxford dan Mahidol University, Tailan. Ia merupakan tokoh sentral dalam pengembangan Mahidol Oxford Tropical Medicine Research Unit (MORU) di Tailan serta Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU) di Vietnam. Sepanjang kariernya, upaya-upaya ini mendapat dukungan berkelanjutan dari Wellcome Trust.
Sejak kedatangannya di Tailan pada 1980, Nick terlibat langsung dalam membangun MORU menjadi pusat unggulan penelitian klinis malaria dan penyakit infeksi lainnya. Ia bekerja melalui kemitraan jangka panjang dengan rumah sakit, klinisi, dan peneliti setempat. Upaya ini kemudian berlanjut dengan pendirian OUCRU pada 1991. Di bawah kepemimpinan ilmiahnya, MORU dan OUCRU dikenal secara global atas penelitian klinis yang menggabungkan ketelitian metodologis dengan relevansi langsung bagi perawatan pasien.
Nick diakui secara internasional sebagai pakar terkemuka dalam terapi malaria. Ia berperan besar dalam mengubah kebijakan kesehatan global. Pada masa ketika resistensi terhadap obat antimalaria yang ada mengancam kemanjuran obat, Nick memimpin tim yang menghasilkan bukti-bukti klinis melalui berbagai uji klinis tingkat multinasional. Bukti-bukti inilah yang menjadi dasar penggunaan obat berbasis artemisinin di seluruh dunia.
Bersama mitra lokal, termasuk Hospital for Tropical Diseases dan Profesor Tran Tinh Hien, ia mengembangkan landasan teori dan bukti untuk terapi kombinasi berbasis artemisinin yang kini menjadi standar pengobatan malaria Plasmodium falciparum, serta penggunaan artesunat intravena untuk malaria berat. Terapi-terapi ini telah digunakan pada lebih dari satu miliar pasien dan menyelamatkan jutaan nyawa. Dampak karyanya terus membentuk praktik klinis hingga hari ini.
Kontribusi Nick terhadap penguatan kapasitas riset kesehatan di Vietnam disampaikan oleh Dr Nguyen Van Vinh Chau, Wakil Kepala Dinas Kesehatan Kota Ho Chi Minh.
“Profesor Sir Nicholas White bukan hanya seorang ilmuwan yang luar biasa, tetapi juga salah satu pendiri utama kolaborasi jangka panjang antara University of Oxford dan Hospital for Tropical Diseases di Kota Ho Chi Minh. Melalui kemurahan hati, visi, dan komitmennya dalam jangka panjang, ia membantu membangun komunitas ilmiah internasional yang berkelanjutan di OUCRU, yang berlandaskan kepercayaan dan saling menghormati. Bagi para dokter Vietnam, ia bukan hanya mentor dan rekan kerja, tetapi sahabat seumur hidup yang sangat kami hargai.”
Minat ilmiah Nick meluas ke berbagai penyakit infeksi lain yang memiliki dampak besar bagi kesehatan masyarakat, termasuk demam berdarah, melioidosis, tifoid, dan tetanus. Dalam semua bidang tersebut, penelitiannya selalu berlandaskan pengamatan klinis yang cermat dan berfokus pada solusi praktis yang memberikan dampak maksimal terhadap kesehatan. Pendekatannya yang pragmatis memastikan bahwa temuannya dapat diterapkan dalam kondisi nyata, khususnya di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Ia juga memberikan kontribusi penting bagi layanan kesehatan selama pandemi COVID-19.
Nick menempatkan pelatihan dan kolaborasi sebagai prioritas utama. Sepanjang kariernya, ia mendukung dan membimbing ratusan klinisi dan ilmuwan, terutama di Asia Tenggara, selagi memperkuat kapasitas riset lokal dan kerja sama internasional. Banyak orang yang dibimbingnya kemudian memimpin program riset mereka sendiri, cerminan komitmen jangka panjang Nick dalam membangun kemitraan ilmiah yang berkelanjutan dan memberdayakan rekan-rekannya untuk menjadi pemimpin di bidangnya.
Nick bekerja di Nepal sejak 1974 selama kurang lebih enam tahun, dan tetap menjalin hubungan yang erat dengan negara tersebut hingga akhir hayatnya melalui kunjungan rutin. Dalam rentang waktu yang panjang ini, ia memberikan pengaruh yang signifikan dan positif bagi OUCRU Nepal, terutama dalam membentuk pendekatan kerja sama dengan mitra pemerintah serta memperkuat keterlibatan internasional.
Nick menulis atau menjadi penulis bersama lebih dari 1.300 publikasi ilmiah yang telah ditelaah sejawat. Ia juga berkontribusi secara luas pada berbagai badan penasihat internasional, termasuk milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pencapaiannya diakui melalui berbagai penghargaan, antara lain Fellow of the Royal Society dan pengangkatannya sebagai Knight Commander of the Order of St Michael and St George. Ia juga menerima Canada Gairdner Global Health Award pada 2010 serta Prince Mahidol Award dari Tailan pada 2011.
Komitmen Nick yang berkelanjutan dan pemahaman mendalamnya tentang konteks lokal telah berkontribusi besar pada perubahan global yang bermakna dan bertahan lama. Warisannya tercermin dalam terapi yang kini digunakan di seluruh dunia, unit riset dan kolaborasi yang ia bantu dirikan, serta banyak kolega dan murid yang dipengaruhi oleh karyanya. Ia akan dikenang dengan penuh kasih, rasa hormat, dan penghargaan oleh semua yang pernah bekerja bersamanya, dan kepergiannya akan sangat dirasakan.
OUCRU menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya.